NDUGA - Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, menjadi saksi bisu perayaan luar biasa pada Sabtu, (28/3/2026). Semangat persatuan dan toleransi berpadu harmonis saat Satgas Yonif 200/Bhakti Negara (BN) bersama ratusan warga setempat merayakan Hari Raya Paskah sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-68 Yonif 200/BN yang jatuh pada 1 April 2026.
Rangkaian kegiatan yang penuh makna ini diawali dengan ibadah bersama, membangun rasa spiritual yang mendalam. Suasana kehangatan kian terasa saat momen makan siang bersama, di mana hidangan sederhana menjadi perekat ikatan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat. Puncak kebersamaan terwujud dalam dekorasi Gereja Imanuel Teriem yang dilakukan secara gotong royong, melibatkan puluhan personel TNI dan lebih dari 200 warga.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Satgas Yonif 200/BN, Letkol Inf Cosmos, S.H., M.Han., didampingi Wakil Komandan Satgas Mayor Inf Rentra Heri Mei Putra, S.S.T.Han., S.I.P. Dari sisi masyarakat, tokoh gereja, Pendeta Amies Umangge, bersama tokoh masyarakat setempat, turut mengawal jalannya acara.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk menyambut Paskah dan HUT satuan, tetapi juga sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin selalu hadir dan menjadi bagian dari kehidupan warga, ” kata Letkol Inf Cosmos.
Ia menambahkan bahwa sebelum acara dimulai, prajurit telah menempuh perjalanan patroli dari sejumlah titik, termasuk TK Yal, TK Yigi, TK Dal, hingga TK Mbua, demi memastikan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Momen santap siang bersama menciptakan ruang interaksi yang hangat, mempererat hubungan emosional antara prajurit dan masyarakat. Senyum dan tawa menghiasi setiap sudut, menandakan kedekatan yang tulus.
Selanjutnya, fokus beralih ke Gereja Imanuel Teriem. Selama kurang lebih tiga jam, kebersamaan antara prajurit dan warga terlihat jelas saat mereka bahu-membahu memasang berbagai ornamen seperti balon, banner, serta hiasan ucapan Paskah. Gereja pun kini tampil lebih indah dan semarak, siap menyambut hari besar umat Kristiani.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Kehadiran mereka membawa kebahagiaan dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat, ” ungkap Pendeta Amies Umangge, menunjukkan apresiasinya.
Seorang warga bernama Lukas pun turut menyampaikan rasa bangga dan haru atas kepedulian yang ditunjukkan oleh para prajurit TNI.
Di tengah kemeriahan, personel lainnya tetap sigap melaksanakan pengamanan di sekitar gereja dan pos, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Kehadiran mereka memberikan rasa aman bagi semua yang terlibat.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah tantangan dan keterbatasan, nilai-nilai luhur seperti gotong royong, toleransi, dan persaudaraan tetap tumbuh subur di tanah Papua. Kebersamaan ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga kedamaian dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakat. (PERS)
